MANAJEMAN AKAD SALAM DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH

Auteurs

  • Sri Sofiana Amni IAHN Gde Pudja Mataram
  • Ani Faujiah STAI An Najah Indonesia Mandiri

DOI :

https://doi.org/10.47077/ekosiana.v7i1.28

Résumé

Akad Salam merupakan salah satu jenis akad jual beli, dimana pembeli membayar terlebih dahulu atas suatu barang yang spesifikasi dan kuantitasnya jelas, sedangkan barangnya baru akan diserahkan pada saat tertentu dikemudian hari. Dengan demikian, akad salam dapat membantu produsen dalam penyediaan modal sehingga ia dapat menyerahkan produk sesuai dengan yang telah dipesan sebelumnya. Sebaliknya, pembeli mendapat jaminan memperoleh barang tertentu, pada saat ia membutuhkan dengan harga yang disepakatinya di awal. Akad salam biasanya digunakan untuk pemesanan barang tertentu. Dalam penerapana akad salam di Lembaga keuangan syariah, akad salam menggunakan dasar PSAK 103 dijelaskan alat pembayaran modal salam dapat berupa uang tunai, barang atau manfaat, tetapi tidak boleh berupa pembebanan utang penjual atau penyerahan piutang pembeli dari pihak lain. Oleh karena tujuan dari penyerahan modal usaha salam adalah sebagai modal kerja sehinnga dapat digunakan oleh pembeli untuk menghasilkan barang (produksi) sehingga dapat memenuhi pesanan. Manfaat akad salam bagi pembeli adalah jaminan memperoleh barang dalam jumlah dan kualitas tertentu pada saat ia membutuhkan dengan harga yang telah disepakatinya diawal. Sementara manfaat bagi penjual adalah diperolehnya dana untuk melakukan aktifitas produksi dan memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya.

Téléchargements

Publiée

2020-06-30

Comment citer

Sofiana Amni, S. ., & Faujiah, A. . (2020). MANAJEMAN AKAD SALAM DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH. Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari Ah, 7(1), 20–34. https://doi.org/10.47077/ekosiana.v7i1.28

Articles les plus lus par le même auteur ou la même autrice