https://journal.stainim.ac.id/index.php/ekosiana/issue/feedEkosiana Jurnal Ekonomi Syari ah2026-05-19T04:50:14+00:00Ani Faujahanifaujiah99@gmail.comOpen Journal Systems<hr /> <table width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="18%"><br /> Journal title<br /> Initials<br /> Frequency<br /> DOI <br /> Print ISSN <br /> Online ISSN <br /> Editor-in-chief <br /> Managing Director <br /> Publisher <br /> Indexing</td> <td width="60%"><br />: <strong>Jurnal Ekosiana</strong> <br />: <strong>Ekosiana</strong><strong> Jurnal</strong> <br />: <strong>2 issues per year</strong> <br />: by <img style="width: 10%;" src="http://ijain.org/public/site/images/apranolo/Crossref_Logo_Stacked_RGB_SMALL.png" /><strong><br /></strong>: <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1392125482">2355-2735</a></strong> <br />: <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1507900644">2598-4276</a></strong><br />: Norma Rosyidah, M.SEI<br />: Dr. Ani Faujiah, S. Fil. I, M.E.I<strong> </strong> <br />: <strong><a href="https://stainim.ac.id" target="_blank" rel="noopener">LPPM STAI An-Najah Indonesia Mandiri</a></strong> <br />: <strong><a href="https://search.crossref.org/search/works?q=https%3A%2F%2Fdoi.org%2F10.47077%2Fekosiana.v11i1&from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">CROSSREF</a> | <a href="https://www.base-search.net/Search/Results?lookfor=ekosiana&name=&oaboost=1&newsearch=1&refid=dcbasen" target="_blank" rel="noopener">BASE</a> | </strong><strong><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&view_op=list_works&authuser=7&gmla=AC6lMd_Xh-Jwj0ha64S0eh0cRm7vdtRVHTKEn1gTQH3RsaRiUo4FcWIHvekz3_kR4IBx9eyU5pzdCRSt3fM18XJeuvXz9Bgrvjse&user=gJlYYeIAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a></strong></td> <td width="21%"> <img style="float: right; margin-right: 6px; margin-bottom: 10px; border: 2px solid #184B80;" src="https://journal.stainim.ac.id/public/journals/1/journalThumbnail_en_US.jpg" /></td> </tr> </tbody> </table> <hr /> <p><strong><em>EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syariah</em></strong> is published by Sharia Economy Department , STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI, Indonesia. ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1392125482" target="_blank" rel="noopener">2355-2735</a> and E-ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1507900644" target="_blank" rel="noopener">2598-4276</a></p> <p><strong><em>EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syariah</em></strong> is a Journal that is published twice a year in the months of March and September. This journal has been indexed on Google Scholar. The aim of this journal is to promote a principled approach to research on Sharia Economy-related concerns by encouraging inquiry into the relationship between theoretical and practical studies. </p> <p>For the Author Guideline and Template please download <a href="https://docs.google.com/document/d/1rcRZ8cyQAGvLpqRbMLNsD_VF3CxPxhvb/edit?usp=sharing&ouid=108834860695179189002&rtpof=true&sd=true" target="_blank" rel="noopener"><strong>HERE</strong></a></p> <p> </p>https://journal.stainim.ac.id/index.php/ekosiana/article/view/671The Analisis Faktor Pembentuk Preferensi Konsumen, Produk Dan Layanan KUD Argopuro Dalam Perspektif Ekonomi Islam2026-05-09T14:49:35+00:00Salim Safi'isalimsyafii0@gmail.comAbd. Ghafurabdghafur1987@gmail.comMoh. Abd. Rahmanabdurrahmanbinauf39@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pembentuk preferensi konsumen terhadap produk dan layanan di KUD Argopuro Krucil dalam perspektif ekonomi Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen dibentuk oleh faktor kualitas produk sebagai indikator utama, disusul oleh aksesibilitas geografis, pelayanan, harga, serta penerapan prinsip <em>halal</em> dan <em>thayyib</em>. Meskipun harga tetap menjadi pertimbangan, konsumen cenderung memprioritaskan kualitas tinggi dan keramahan petugas. Dalam perspektif ekonomi Islam, kepercayaan konsumen Muslim diperkuat oleh keyakinan bahwa produk dan jasa KUD Argopuro telah memenuhi kriteria syariah. Implementasi nilai-nilai ekonomi Islam seperti keadilan, amanah (keandalan), transparansi, dan kemaslahatan terbukti menjadi faktor dominan yang mengintegrasikan praktik bisnis KUD Argopuro dengan ekspektasi konsumen.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Preferensi Konsumen; Produk dan Layanan; KUD Argopuro; Ekonomi Islam.</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Salim Safi'i, Abd. Ghafur, Moh. Abd. Rahmanhttps://journal.stainim.ac.id/index.php/ekosiana/article/view/688Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penentuan Upah Penggilingan Kopi Mentah (Studi Di Desa Paya Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran)2026-05-19T04:43:43+00:00Sabela Rahmawatisabellarahmawati72@gmail.comErina Paneinapane@gmail.comPramudya Wiseshapramudya.wisesha90@gmail.com<p>Praktik penentuan upah jasa penggilingan kopi mentah di Desa Paya Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran masih dilakukan berdasarkan kebiasaan masyarakat yang berkembang secara turun-temurun. Permasalahan akademik penelitian terletak pada adanya ketidaksesuaian antara prinsip akad ijarah dalam Hukum Ekonomi Syariah yang menuntut kejelasan ujrah, transparansi akad, dan kerelaan para pihak dengan praktik di lapangan yang menunjukkan adanya pengambilan sebagian hasil kopi oleh pemilik jasa penggilingan meskipun upah telah dibayarkan dalam bentuk uang. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan mengenai ketidakjelasan akad dan potensi unsur gharar dalam transaksi. Rumusan masalah penelitian mencakup praktik penentuan upah penggilingan kopi mentah dan tinjauannya dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (<em>field research</em>) melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara induktif menggunakan prinsip akad ijarah, ujrah, an-taradhi, dan larangan gharar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengupahan jasa penggilingan kopi pada dasarnya telah memenuhi unsur akad ijarah, namun pengambilan tambahan hasil kopi setelah pembayaran upah dilakukan menyebabkan ketidakjelasan akad dan belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya transparansi akad dan kejelasan ujrah agar praktik pengupahan berjalan adil dan sesuai prinsip syariah.</p> <p> </p> <p>Kata Kunci:</p> <p>Pengupahan, Ijarah, Hukum Ekonomi Syariah, Keadilan</p>2026-06-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sabela Rahmawati, Erina Pane, Pramudya Wiseshahttps://journal.stainim.ac.id/index.php/ekosiana/article/view/680Conceptual Study of the Ijarah Contract in Modern Sharia Business in the Digital Economy Era2026-05-11T04:13:27+00:00Duwi Lestariduwilestari205@gmail.comErwina Mutiara Sarierwinamutiarasari@gmail.comCindi Melinda Saricindymelinda724@gmail.comDwi Ayu Widyaningsihdwiayuwidyaningsih0@gmail.comRoehana Rofaidatun Umrohroehanaumroh@gmail.com<p>This study aims to analyze the concept of the <em>ijarah</em> contract from the perspective of Islamic business, examine its implementation in modern business practices, and identify the challenges of its application in the development of the contemporary economy. This research employs a library research method with a qualitative approach through the analysis of books, scientific journals, DSN-MUI fatwas, and relevant laws and regulations. The findings indicate that the <em>ijarah</em> contract possesses high flexibility and relevance in modern Islamic business because it emphasizes the utilization of goods or services without transferring ownership rights. The implementation of <em>ijarah</em> has developed in various sectors, including Islamic banking, leasing, digital services, and platform-based economies. However, its application still faces several challenges, such as the complexity of digital transactions, ambiguity in the object of benefit, low literacy in Islamic economics, and the tendency to formalize contracts without strengthening the substantive values of Sharia principles. This study emphasizes that the <em>ijarah</em> contract should not merely be understood as a legal-formal instrument, but must also be implemented based on the principles of justice, transparency, and public benefit (<em>maslahah</em>). The main contribution of this research lies in strengthening the analysis of the <em>ijarah</em> contract within the context of modern digital business as part of the development of an adaptive and equitable Islamic economy.</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Duwi Lestari, Erwina Mutiara Sari, Cindi Melinda Sari, Dwi Ayu Widyaningsih, Roehana Rofaidatun Umrohhttps://journal.stainim.ac.id/index.php/ekosiana/article/view/689Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penentuan Harga Dalam Jual Beli Pakaian Kredit (Studi Di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan)2026-05-19T04:50:14+00:00Zahra Noverawatizahranoverawati190317@gmail.comErina Paneinapane@gmail.comPramudya Wiseshapramudya.wisesha90@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik penentuan harga dalam jual beli pakaian secara kredit di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, di mana harga kredit ditetapkan jauh lebih tinggi dibandingkan harga tunai sehingga menimbulkan keluhan masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip keadilan dalam Hukum Ekonomi Syariah. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana praktik penentuan harga dalam jual beli pakaian kredit yang dilakukan oleh pedagang serta bagaimana tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penentuan harga jual beli pakaian kredit dan menganalisisnya berdasarkan perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan sifat deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pedagang dan pembeli pakaian kredit di Desa Pasuruan, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli pakaian kredit dilakukan dengan sistem angsuran berdasarkan kesepakatan awal. Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, jual beli kredit diperbolehkan selama terdapat kejelasan akad, harga, dan waktu pembayaran serta tidak mengandung riba, gharar, dan penipuan. Namun, keuntungan yang terlalu tinggi dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan dalam Islam.</p> <p> </p> <p>Kata Kunci:</p> <p>Penentuan Harga, Jual Beli, Hukum Ekonomi Syariah</p>2026-06-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Zahra Noverawati, Erina Pane, Pramudya Wiseshahttps://journal.stainim.ac.id/index.php/ekosiana/article/view/684Analisis Multidimensional Peran Bank Syariah Dalam Meningkatkan Daya Saing Industri Kecil Menengah Sepatu Sandal Di Mojokerto2026-05-13T11:58:30+00:00Lely Maharanilelymaharani2525@gmail.comMugiyati Mugiyatimugiyati@uinsa.ac.idOny Thoyib Hadi Wijayadoctoronywijaya2121@gmail.com<p>This study aims to analyze the contribution of Bank Syariah Indonesia (BSI) to improving competitiveness of the small and medium scale footwear industries in Sooko District, Mojokerto through a multidimensional approach encompassing financial, social, and spiritual aspects. A qualitative descriptive approach was employed, using in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Informants included five footwear producers and one representative from BSI Mojokerto. Data analysis used Miles and Huberman's interactive model with source and method triangulation for data validity. The results reveal that BSI's contribution is holistic, not limited to financing through sharia contracts such as murābaḥah and muḍārabah, but also includes capacity building through financial management training, sustainable business mentoring, and sharia financial literacy improving competitiveness. BSI acts as a strategic partner to enhance managerial capacity, expand market access, and promote business sustainability among small-scale entrepreneurs. Findings show an average production capacity increase of 20-30%, and adoption of digital marketing technology among BSI-partnered businesses. Nevertheless, challenges remain, particularly in sharia literacy, digital access limitations, and financing procedure complexity. The study concludes that Islamic banks play a crucial role in strengthening an equitable and sustainable sharia economic ecosystem at the grassroots level through the implementation of maqāṣid al-syarī'ah values, particularly in preserving wealth <em>(ḥifẓ al-māl)</em> and life <em>(ḥifẓ al-nafs).</em></p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Islamic Bank, Islamic Financing, Small and Medium Industries, Economic Empowerment</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Lely Maharani, Mugiyati Mugiyati, Ony Thoyib Hadi Wijaya