Strategi Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya Dalam Menghadapi Tantangan Pemeliharaan Identitas Keislaman Mahasiswa Di Era Society 5.0
Abstract
This article examines how Al-Jihad Islamic Boarding School for University Students (Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad) in Surabaya maintains students’ Islamic identity amid the integration of technology in the Society 5.0 era. Using a descriptive qualitative case study, data were collected through observation, semi-structured interviews with three informants (two administrators and the caretaker of the pesantren), and documentation of the foundation’s programs. The data were analysed with the Miles and Huberman model and read through Glock and Stark’s dimensions of religiosity, Putnam’s social capital, and Durkheim’s solidarity. The findings show five layers of challenges: peer influence, academic workload, lifestyle freedom, digital space and gadgets, and weak religious understanding. The pesantren responds through habituation of congregational worship, kitab study, tahfidz, yasinan, nariyahan, and khotmil Qur’an; the caretaker’s role modelling; communal social activities (ro’an, social service, and blood donation); dhikr and da’wah forums; arts activities; and an open but bounded policy on gadgets. The foundation’s programs in education, social affairs, da’wah, and the arts are formulated as a four-axis model of Al-Jihad: learning, serving, dhikr, and creating. This model offers a supporting structure for students’ religious practice alongside academic life. The gap that remains is the absence of a planned Islamic digital-literacy program and a forum for critical dialogue on creed. This study does not measure program effectiveness and covers a single case, so the model needs to be tested in other student pesantren.
Keywords: Pesantren Strategies, Islamic Identity, University Students.
References
Afif, Yusmicha Ulya, dan Ana Rahayu Setia Ningrum. “The Peran Strategis Pendidikan Agama Islam (Pai) Dalam Membentuk Generasi Berakhlak Dan Berwawasan Keislaman Di Era Digital: Peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pembentukan Akhlak.” MA’ALIM: Jurnal Pendidikan Islam 5, no. 2 (2024): 308–24. https://doi.org/10.21154/maalim.v5i2.9916.
Ahwarumi, Biyati. Melek Digital untuk Santri: Pelatihan Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. t.t.
Aljabbar, Muhammad Muslich. Tradisi Pembacaan Delapan Surah Pilihan Oleh Santri Tahfiz (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya). 5, no. 3 (2024).
Badiana, Badiana, Wahyuningsih Wahyuningsih, Fajaruddin Fajaruddin, dan Muhsin Muhsin. “Tantangan Dan Strategi Mempertahankan Nilai-Nilai Keberagamaan di kalangan Mahasiswa Universitas Islam Ahmad Dahlan.” Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan 17, no. 1 (2025): 410–16. https://doi.org/10.47435/al-qalam.v17i1.3691.
Futaqi, Sauqi. “Modal Sosial-Multikultural Pesantren dalam Membangun Harmoni Sosial Umat Beragama.” Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah 5, no. 2 (2020): 64–78. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2020.vol5(2).5963.
Haramain, Muhammad Wildan Khadamul. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Karakter Sosial Santri Di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya. 6, no. 1 (2025).
Ilham Bissalam, Aisyah Inaya Putri, Syadhita Queena Christya, Tyara Safitri, dan Abdul Fadhil. “Tantangan Mahasiswa Muslim dalam Menjaga Konsistensi Ibadah di Lingkungan Kampus.” Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2, no. 2 (2024): 144–52. https://doi.org/10.61132/karakter.v2i2.559.
Imamputro, Izzul Islam, Salsabila Nadia Rahma, Azzani Izza Fahrezi, Muhlisin Muhlisin, dan Abul Mafaakhir. Tantangan mahasiswa muslim PTKIN dalam menjaga identitas keislaman di era society 5.0. 5, no. 02 (2025).
Irma, Irma, Taufik Pelu, dan Ahmad Syaekhu. “Peluang dan Tantangan Dakwah Halaqah Dalam Membangun Karakter Santri Pondok Pesantren.” Jurnal Keislaman 6, no. 1 (2023): 01–19. https://doi.org/10.54298/jk.v6i1.3604.
Maghfiroh, Izza Lailatul, dan Wiwik Setiyani. “Peran dan Tantangan Muslimat NU dalam Peningkatan Keagamaan Masyarakat di Sugihwaras Bojonegoro: The Role and Challenges of Muslimat NU in Enhancing Community Religious Life in Sugihwaras Bojonegoro.” AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab 5, no. 4 (2026): 583–99. https://doi.org/10.36701/qiblah.v5i4.3374.
Miles, Matthew B., dan A. M. Huberman. Qualitative data analysis: an expanded sourcebook. 2nd ed. Sage Publications, 1994.
Pratama, Arizqi Ihsan, Ulfatun Wahidatun Nisa, Achmad Farouq Abdullah, dan Muhammad Irfanudin Kurniawan. The Role of Islamic Boarding Schools in Digital Literacy: Strategies to Shape a Critical and Productive Muslim Generation. 20, no. 1 (2025).
Putri Rachmawati Wahyuni Asyri Ep, Ridwan Rifanto, dan Emmi Kholilah. Pengembangan Kehidupan Beragama Mahasantri Melalui Program Ma’had Al-Jamiah Iain Curup. 11 (September 2026): 311–23.
Tuerah, Paulus Robert, Puteri Dewi Sari Pinem, dan Romi Mesra. “Interaksi sosial antara mahasiswa pemeluk Agama Kristen dengan mahasiswa pemeluk Agama Islam di lingkungan FISH Unima.” Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial 3, no. 6 (2023): 653–66. https://doi.org/10.17977/um063v3i6p653-666.
Yayasan Al-Jihad Surabaya. “Program Yayasan Al-Jihad Surabaya.” Laman web. n.d. https://yayasanaljihad.org/tentang-kami/profil/. Diakses 18 Oktober 2026




